Pendahuluan

introduction
Lebih dari 150 juta orang di seluruh dunia menggunakan lensa kontak sebagai cara yang praktis dan efektif untuk memperbaiki penglihatan tanpa harus memakai kacamata. Namun, seiring dengan popularitasnya, muncul berbagai pertanyaan dan kekhawatiran, salah satunya adalah: Apakah memakai lensa kontak bisa menyebabkan glaukoma?

Pertanyaan ini penting karena glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia. Memahami apakah lensa kontak berperan dalam perkembangan penyakit ini sangat penting demi keamanan dan ketenangan pikiran Anda.

Jawaban singkatnya adalah tidak, memakai lensa kontak tidak secara langsung menyebabkan glaukoma. Namun, penggunaan lensa kontak terkadang dapat mempersulit pemantauan atau penanganan glaukoma, dan dalam situasi tertentu yang jarang terjadi, risiko bisa meningkat pada orang yang memang sudah memiliki kecenderungan terhadap penyakit ini.

Apa Itu Glaukoma?

what-is-glaucoma

Glaukoma adalah sekelompok kondisi pada mata yang merusak saraf optik, biasanya akibat tekanan dalam bola mata (tekanan intraokular) yang meningkat. Jika tidak ditangani, kerusakan ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan, dimulai dari penglihatan samping (perifer) dan bisa berujung pada kebutaan.

Jenis-jenis glaukoma meliputi:

types-of-glaucoma-include:
  • Glaukoma sudut terbuka primer – jenis yang paling umum, terjadi secara perlahan dengan peningkatan tekanan bola mata.
  • Glaukoma sudut tertutup – terjadi ketika saluran cairan mata tiba-tiba tersumbat, menyebabkan lonjakan tekanan bola mata secara cepat (darurat medis).
  • Glaukoma tekanan normal – kerusakan saraf optik terjadi meskipun tekanan bola mata tetap normal.

Faktor risiko glaukoma antara lain:

risk-factors-include:
  • Usia di atas 40 tahun

  • Riwayat keluarga dengan glaukoma

  • Tekanan bola mata tinggi

  • Kornea mata yang tipis

  • Etnis tertentu (misalnya keturunan Afrika, Hispanik, atau Asia)

  • Kondisi medis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi

Cara Kerja Lensa Kontak

how-contact-lenses-work

Lensa kontak dipasang langsung di atas kornea mata dan mengapung di atas lapisan tipis air mata. Lensa ini membantu memperbaiki gangguan refraksi (seperti rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, dan presbiopia) dengan mengatur cara cahaya masuk ke mata.

Ada dua jenis utama lensa kontak:
  • Lensa kontak lunak – terbuat dari bahan hidrogel atau silikon hidrogel yang lentur.
  • Lensa kontak keras gas permeabel (RGP) – ukurannya lebih kecil dan lebih tahan lama.

Lensa kontak modern dirancang agar dapat dilewati oksigen sehingga kornea tetap sehat.

Apakah Lensa Kontak Meningkatkan Tekanan Mata?

do-contact-lenses-raise-eye-pressure
Pemakaian lensa kontak secara normal tidak secara signifikan meningkatkan tekanan dalam bola mata (tekanan intraokular) pada mata yang sehat. Berdasarkan penelitian, lensa yang terlalu tebal atau tidak pas memang bisa memengaruhi bentuk kornea atau dinamika air mata untuk sementara, namun tidak menyebabkan peningkatan tekanan mata yang menetap.
Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai:
  • Lensa terlalu ketat – dapat mengurangi pertukaran air mata dan menyebabkan pembengkakan kornea, sehingga hasil pengukuran tekanan mata bisa menjadi tidak akurat.
  • Penggunaan terlalu lama – terutama jika dipakai semalaman dengan lensa yang tidak direkomendasikan, dapat menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) dan memicu perubahan kecil pada cairan mata.
  • Lensa sklera – yaitu lensa yang menempel di bagian putih mata (sklera) dan melengkung di atas kornea, dapat menyebabkan perubahan tekanan mata sementara pada mata yang sensitif.

Mitos vs. Fakta

myths-vs.-facts

Mitos

Fakta

Lensa kontak bisa “menyebabkan” glaukoma.

Lensa kontak tidak secara langsung menyebabkan glaukoma. Glaukoma terjadi karena kerusakan saraf optik, biasanya akibat tekanan bola mata (tekanan intraokular) yang tinggi, bukan karena pemakaian lensa kontak.

Memakai lensa kontak dalam jangka panjang tidak aman untuk mata Anda.

Jika digunakan dengan kebersihan yang baik dan ukuran yang sesuai, lensa kontak umumnya aman digunakan selama bertahun-tahun. Masalah biasanya muncul akibat perawatan yang kurang baik atau pemakaian berlebihan, bukan dari lensa kontak itu sendiri.

Lensa kontak keras lebih buruk untuk tekanan mata dibandingkan lensa lunak.

Jenis lensa saja tidak menyebabkan glaukoma. Yang lebih penting adalah kecocokan lensa, bahan, dan kemampuan lensa untuk menghantarkan oksigen ke mata.

Cara Tidak Langsung Lensa Kontak Mempengaruhi Glaukoma

indirect-ways-contact-lenses-affect-glaucoma
Meskipun lensa kontak tidak menyebabkan glaukoma, lensa ini dapat berdampak tidak langsung pada proses diagnosis dan penanganan:
  1. Pemeriksaan Tekanan Bola Mata (IOP)
    • Penggunaan lensa kontak dapat mengubah bentuk kornea sementara, sehingga memengaruhi hasil pengukuran tekanan bola mata (tonometri).

    • Beberapa jenis lensa khusus (seperti ortokeratologi) dapat meratakan kornea saat tidur, sehingga tekanan bola mata yang tinggi di pagi hari bisa tidak terdeteksi.

  2. Menutupi Gejala Awal
    • Orang yang rutin memakai lensa kontak biasanya hanya memeriksakan mata untuk resep lensa, bukan untuk pemeriksaan glaukoma secara menyeluruh.

  3. Intoleransi Lensa Kontak pada Pasien Glaukoma
    • Beberapa pengobatan glaukoma menggunakan obat tetes mata yang dapat menurunkan kualitas air mata atau menyebabkan iritasi pada permukaan mata, sehingga pemakaian lensa kontak menjadi kurang nyaman.

Kelompok Berisiko Tinggi yang Perlu Berhati-hati

high-risk-groups-that-should-be-careful

Beberapa orang perlu mengambil langkah pencegahan ekstra:

  • Orang dengan riwayat keluarga kuat glaukoma – perlu pemeriksaan mata lebih sering.
  • Penderita hipertensi okular – sudah memiliki risiko terkena glaukoma; penggunaan lensa sklera atau lensa kontak yang sangat ketat sebaiknya dihindari.
  • Pemakai lensa kontak yang menggunakan obat glaukoma – beberapa bahan pengawet dalam obat tetes mata dapat menempel pada lensa dan menyebabkan iritasi.

Mencegah Masalah: Kebiasaan Aman Menggunakan Lensa Kontak

preventing-problems:-safe-contact-lens-habits

Jika Anda memakai lensa kontak dan khawatir tentang glaukoma, ikuti panduan berikut:

  1. Periksa Mata Secara Rutin – Sertakan pemeriksaan glaukoma, terutama setelah usia 40 tahun atau jika Anda memiliki faktor risiko.
  2. Jangan Tidur dengan Lensa Kontak (kecuali atas anjuran dokter) – Mengurangi risiko kekurangan oksigen pada mata.
  3. Ikuti Aturan Kebersihan yang Benar – Cuci tangan sebelum menangani lensa, dan bersihkan lensa sesuai petunjuk.
  4. Pilih Lensa dengan Ukuran yang Tepat – Konsultasikan dengan profesional kesehatan mata untuk memastikan aliran oksigen yang optimal ke mata.
  5. Segera Laporkan Perubahan pada Mata – Penglihatan buram, melihat lingkaran cahaya, atau nyeri pada mata perlu segera diperiksakan.

Perawatan untuk Orang yang Membutuhkan Lensa Kontak dan Mengidap Glaukoma

treatment-for-people-who-have-both-contact-lens-needs-and-glaucoma

Jika Anda memiliki glaukoma namun tetap ingin memakai lensa kontak:

  • Gunakan tetes mata glaukoma tanpa bahan pengawet untuk menghindari iritasi.
  • Atur waktu pemakaian lensa kontak sesuai jadwal penggunaan tetes mata (misalnya, lepaskan lensa sebelum meneteskan obat).
  • Pertimbangkan lensa kontak sekali pakai harian untuk mengurangi penumpukan sisa obat pada lensa.

Pada glaukoma tahap lanjut, beralih ke kacamata mungkin lebih aman karena penglihatan tepi yang berkurang dan risiko cedera yang meningkat.

Peran Klinik Mata SNU dalam Perawatan Glaukoma dan Kesehatan Penglihatan

the-role-of-snu-eye-clinic-in-glaucoma-and-vision-care
Di Klinik Mata SNU yang berlokasi di Gangnam, Seoul, peralatan diagnostik canggih memungkinkan pengukuran tekanan bola mata (IOP) yang akurat dan deteksi dini glaukoma—bahkan pada pasien yang rutin menggunakan lensa kontak. Di bawah kepemimpinan Dr. Chung Eui Sang, klinik ini menawarkan:
  • Skrining glaukoma menyeluruh menggunakan optical coherence tomography (OCT).
  • Pemasangan lensa kontak yang disesuaikan untuk menjaga kesehatan kornea secara optimal.
  • Perawatan terpadu bagi pasien yang membutuhkan koreksi refraksi sekaligus penanganan glaukoma.
Dengan lebih dari 50.000 operasi mata yang berhasil dan reputasi yang kuat dalam perawatan mata refraktif maupun medis, Klinik Mata SNU adalah pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin tetap nyaman menggunakan lensa kontak sekaligus menjaga kesehatan mata jangka panjang.

Kesimpulan

conclusion
Memakai lensa kontak tidak menyebabkan glaukoma. Namun, lensa kontak dapat memengaruhi cara glaukoma terdeteksi dan ditangani. Kuncinya adalah kesadaran, menjaga kebersihan lensa dengan baik, dan pemeriksaan mata menyeluruh secara rutin.
Jika Anda khawatir tentang glaukoma—baik Anda memakai lensa kontak maupun tidak—langkah paling aman adalah melakukan pemeriksaan mata tahunan dengan dokter spesialis mata yang berpengalaman. Bagi Anda yang berada di Seoul atau berkunjung ke Korea, Klinik Mata SNU menawarkan perawatan kelas dunia dengan teknologi modern, dokter spesialis berpengalaman, serta pendekatan yang personal untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mata Anda.